Mabit kali ini berbeda karena bertempat d Masjid Nurul Iman, Demakan Baru, Komplek Asrama Santri Bea Mahasiswa DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta, mabit yang dialksanakan Rabu 07 Mei 2014 pkl 20.00 WIB dihadiri oleh warga dalam acara pengajian yang di isi oleh Ustadz Ahmad Ariffudin alumni Bea Mahakarya Angkatan Pertama DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta. Dalam ceramah yang bertemakan silaturahim dan pengenalan asrama bagi para Santri Bea mahasiswa, beliau mengungkapkan beberapa poin penting yang mengajak kita untuk kembali merenungi dan refleksi diri fitrah kita sebagai manusia, tujuan hidup kita di dunia dan juga sharing pengalaman bersama para relawan DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta.

Saat menjadi relawan beliau mengingat kalimat hikmah yang berbunyi, dunia di tangan dan akhirat di hati..saat ini, manusia banyak yang menyalahi fitrahnya, seringnya persaingan dalam hidup ini membuat hilangnya kepekaan hati nurani. Padahal dalam hidup, kita harus mengingat 3 hal, yaitu : dari mana kita berasal (dari rahmat Allah), untuk apa kita di ciptakan (untuk beribadah kepada Nya, Adz dzariyat: 56); dan kemana kita akan kembali (ke rahmat Allah), Al Qur'an sebagai pedoman hidup manusia akan mengarahkan kita ke jalan yg di ridhoi Nya, menjadi pegangan untuk menuju insan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlaq mulia (Al Mu'minun: 12-14). Kita tidak bisa menyangkal bahwa setiap sudut dunia, betapapun mengesankannya.pasti akan musnah juga.

Dalam kesempatan itu warga sekitar asrama di undang untuk pengajian ba'da Isya sekaligus mengenalkan keberadaan Asrama Putri agar bisa saling membantu memberi kemanfaatan. Peserta yang mengikuti dari Penerima Beasiswa dan para Relawan, Semoga kegiatan rutin ini memberikan kemanfaatan dan tambahan keilmuan bagi peserta