“Kenapa kamu tidak ikut kami ngobrol saja sini?” – karena aku sholat
“Kenapa kamu tidak pacaran?” – karena aku sholat 
“Kenapa kamu tidak nonton bola?” – karena aku sholat 
(Ust. Syatori)

Sejatinya, hidup adalah “berjalan”. Otomatis, karena kita berjalan, maka ada yang ditinggalkan dan ada yang dituju. Implementasinya, berjalan berarti meninggalkan dunia untuk menuju akhirat. Senantiasa menjadikan akhirat satu-satunya tujuan dan dunia hanya sebagai jembatan menujunya. Bagaimana jika orang yang hidup namun “tidak berjalan”?. Orang masih rakus terhadap dunia. Masih silau dan mudah terpana akan fatamorgana dunia. Niscaya hingga saatnya dia meninggal pikiran dan jiwanya masih terpaut pada dunia. 
Lalu, ada apa dengan sholat? 
Sholat adalah kunci menjemput sukses ukhrawi yang paling utama agar kita menjadi pribadi yang berambisi akhirat. Sholat juga merupakan amalan yang akan di hisab pertama kali. Oleh karena itu, mari senantiasa menjadikan sholat sebagai kendaran utama menuju Surga-Nya. Menjadikan Sholat benteng utama dari sikap yang mungkar. 
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45). Maksud dari fakhsya’ (keji) berarti perbuatan buruk yang hanya dilakukan oleh binatang. Sedangkan mungkar adalah perbuatan yang diingkari oleh hati nurani. Naudzubillah.
Selama kita sholat, masihkah akan melakukan gerakan diluar rukun sholat?, Ketika kita sedang shalat, apakah kita akan membukasms saat terdengar notifikasi pesan? Tidak, ‘kan lagi sholat. Ketika kita sedang sholat apakah kita akan facebook-an ? Tidak, ‘kan lagi sholat. Ketika kita sedang sholat apakah kita akan makan, meski terhidang makanan lezat di depan kita? Sekali lagi Tidak, ‘kan lagi sholat.
Begitulah shalat, akan mencegah dari perbuatan yang sia-sia dan tidak sepantasnya untuk dilakukan karena tidak ada pelajaran yang berguna didalamnya. Oleh Imam Ibnu Jahim, “Barang siapa yang sholatnya tidak mencegah pada hal yang mungkar, dia tidak akan semakin dekat namun jauh dari Allah”.
Hingga akan datang suatu generasi yang senantiasa memosisikan setiap langkah, perkataan dan perbuatan yang dilakukannya seolah-olah dirinya sedang dalam kondisi sholat. Ibarat sholat, maka ia tidak akan melakukan hal yang sia-sia selama hidupnya, inshaaAllah. Semoga dengan sholat, selalu menghidupkan kehidupan kita. Aamiin.

oleh : Ludiana (Relawan DPUDT Jogja)