Ayu Diah Syafaati (11630003)
Chemistry Department - Faculty of Science and Technology
State Islamic University Sunan kalijaga Yogyakarta.

Babarsari, Sabtu, 25 Mei 2013 – Yayasan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid Cabang Yogyakarta mengadakan agenda Repling dan makan bersama. Kegiatan ini diikuti oleh Relawan dan Para Santri Beasiswa Mandiri Daarut Tauhiid. Dalam Repling ini, semua peserta dituntut untuk mencoba merasakan outbond yang menantang adrenalin ini.
Repling adalah kegiatan menuruni tebing  dengan menggunakan tali, dimana tali yang digunakan diikatkan pada obyek pengaman yang telah ditentukan. Keamanan dan keselamatan merupakan hal yang paling utama dalam teknis pelaksanaan yang di awasi langsung oleh Tim DPU DT dan Tim MenWa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. 
Peserta diberi pengarahan terlebih dahulu tentang tata cara mengikat tali pada bagian badan agar kencang dan aman saat memulai menuruni tebing yang memiliki ketinggian lebih dari 100 m ini. Lalu satu persatu peserta mulai bergantian melakukan repling. Terdapat beberapa peserta yang sebelumnya pernah merasakan kegiatan ini, dan beberapa yang lain baru pertama kali merasakan. Meskipun begitu, tak sedikit yang merasakan ketakutan saat akan siap memulai repling, terutama bagi Akhwat. Ada yang menangis, tubuh merasa lemas hingga hampir memutuskan untuk tak jadi menuruni tebing karena rasa takut akan ketinggian.
Kegiatan ini memang sangat melatih mental dan keberanian. Selain itu, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini. Diantaranya: 
1. Melatih keberanian
2. Melatih kehati-hatian
3. Melatih kedisiplinan
4. Melatih kerjasama tim
5. Melatih untuk siap menerima tantangan
Repling melatih kita untuk memiliki keberanian dan sikap tegas untuk memutuskan. Misalnya, saat hendak mulai menuruni tebing kita dihantui rasa takut akan ketinggian, akan tetapi setelah terjun dan melakukan repling kita akan merasakan sensasi menyenangkan yang  membuat kita merasa ingin melakukan repling kembali. Begitu juga saat kita dihadapkan pada sebuah masalah dimana kita dituntut untuk memiliki sikap berani saat mengambil keputusan. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “perjalanan seribu mil dimulai dari langkah pertama”.
Repling juga melatih kita untuk memiliki sikap kehati-hatian dan kedispilinan. Bayangkan, jika kita tidak berhati-hati dan disiplin, baik dalam sikap menuruni tebing maupun dalam safety, akan memperbesar kemungkinan kecelakaan terjadi. Begitu juga dalam hidup, disiplin dan berhati-hati dalam melangkah dapat menghindarkan kita dari marabahaya maupun terperosok dalam pilihan yang salah. Ketika kita memutuskan berhati-hati dalam melangkah kita akan berfikir fokus pada target yang telah kita pilih.
Tanpa adanya kerjasama tim yang baik, kegiatan repling tidak akan mungkin berjalan lancar dan sukses. Begitupun hal ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya sebuah kerjasama. Nah, ada banyak hal yang dapat kita ambil dari kegiatan repling ini. Bukan sekedar suatu kegiatan yang ‘just for fun’ dan memacu adrenalin saja, akan tetapi ada makna yang dapat kita petik yang mengintegrasikan nilai-nilai tersebut  ke dalam sikap hidup kita sehari-hari. Sikap-sikap tersebutlah yang Daarut Tauhiid ingin tanamkan kepada para santrinya melalui kegiatan ini.
Kegiatan berakhir dengan acara makan bersama dan pembentukan kepanitian untuk agenda DPU-DT selanjutnya pada bulan Ramadhan 1434 H.

Daftar Pustaka:
www.outbondindonesia.com