“Tak selamanya mendung itu kelabu, nyatanya hari ini, kulihat begitu ceria” . Begitu terdengar suara lirih dari mulutnya, hanya awalan lirik dari sebuah tembang bertajuk “Kidung” yang sudah sering terdengar dari pelantun-pelantun bersuara emas lainnya. Zaky, nama anak kecil yang memiliki suara itu. Secara mengejutkan suaranya menjadi awal bagi diri dan teman-teman sekelasnya menjadi salah satu peserta istimewa di ajang kompetisi paduan suara regional jakarta. Memang istimewa apabila Zaky, Amelia, dan kawan-kawan lainnya disandingan dengan peserta kompetisi lainnya. Ya, istimewa, mereka adalah bocah-bocah dengan kebutuhan spesial. Sedikit penggalan film berjudul SLB (Simfoni Luar Biasa) yang secara tidak sengaja aku tonton di jumat dini hari ini. Sedikit naïf memang, ketika kedua mata mengalirkan air emosi secara berarak-arak. Hidup memang tak mudah, banyak serba-serbi intrik, episode-episode penuh tawa, kadang membawa duka yang semuanya dapat menjadi sepaket kenangan yang special. Begitu pula dalam film ini, seakan secara halus dibawa ke dalam arus yang secara pasti membawa penikmatnya masuk ke dunia anak-anak istimewa ini. Dalam hidup, mungkin tak dapat dipungkiri akan ada perasaaan sedih, sesal, bahkan tidak terima ketika dalam diri pribadi dianugerahkan kekurangan. Banyak kekurangan yang membuat hidup tak seperti yang diharapkan. Kurang pandai, kurang kaya, kurang sehat, dan masih banyak hal kurang lainnya. Tak jarang kelebihan menjelma menjadi kekurangan ketika melihat ada kelebihan di luar sana. Kekurangan juga sering menjadi bahan cemoohan orang lain terhadap si pemilik kekurangan. Bukankah mereka juga punya kekurangan? Satu yang pasti kurang dari mereka, yakni kurang bisa menghargai kekurangan orang lain. Entah apakah kekurangan itu juga akan dicemooh oleh mereka sendiri. Kekurangan kemudian menjelma menjadi terali besi yang membatasi aksi berkarya. Kemudian yang muncul hanyalah sesal. Tak ada hal yang lebih patut disesali daripada penyesalan itu. Bukankah sesal itu tak ada gunanya? Padahal, secara garis besar dalam kehidupan ini tidaklah diciptakan secara sempurna. Banyak hal yang sengaja dicipta, tentu oleh Allah SWT dengan begitu adanya. Manusia dicipta dengan bentuk yang paling baik, bukan dengan bentuk yang sempurna. Karena sesungguhnya sempurna itu hanya milik sang Khalik. Dengan segala daya upaya, Zaky dapat menunjukan kelebihan tanpa menghilangkan ataupun mengurangi kekurangan yang dimiliki. Kekurangan tetaplah hal yang patut disyukuri, karena kekurangan merupakan anugrah yang telah diberikan kepada setiap insane ciptaan Allah. Tanpa kekurangan tidak akan ada yang hal yang bernama kelebihan. Semua akan terlihat sama, dan tidak ada yang lebih menonjol. Oleh sebab itu, segala hal baik maupun buruk yang terjadi mensyukuri nikmat adalah hal yang terbaik untuk menyikapinya. Berikut janji Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7). Mudah-mudahan diberi kemudahan untuk melaksanakan amanah hidup di dunia yang fana ini, dan memperoleh manisnya akhirat kelak. by: taufikmandiri6